Thursday, August 15, 2019

Sufyan Ats Tsauri

Seorang lelaki yang dijuluki ‘Abu Abdillah’ dengan penuh ketakjuban berkisah, bahwa pada dulu pada salah satu waktu sahur, ia pernah pergi ke sumur zam-zam. Saat itu datang seorang lelaki lainnya dengan wajah yang ditutupi oleh kain. Lelaki ini meminta tolong kepada Abu Abdillah untuk mengambilkan air.

Abu Abdillah kemudian menyerahkan air pada lelaki itu, dan membiarkannya minum terlebih dahulu, setelah lelaki itu berlalu Abu Abdillah meminum sisa air yang ternyata masih ada di wadahnya. Saat air itu menyentuh mulutnya, ia seketika tercengang rasa air itu seperti belum pernah dicicipinya seumur hidup.

Abu Abdillah segera menoleh, namun lelaki itu telah menghilang.


Referensi pihak ketiga
Pada hari kedua, disekitar waktu yang sama, Abu Abdillah kembali ke sumur zam-zam. Tak lama ia pun melihat seorang lelaki dari arah pintu masjid dengan kain yang lagi-lagi menutupi wajahnya. Lelaki itu menuju sumur dan seperti kemarin minta tolong untuk diambilkan air. Setelah minum, lelaki misterius itu pergi, dan Abu Abdillah mencicipi sisanya. Ia kembali tercengang, air sisa tersebut terasa jauh lebih enak ketimbang hari sebelumnya.


Pada malam ketiga, Abu Abdillah kembali menunggu lelaki itu di sumur zam-zam. Ia mengambilkan air dan menyerahkannya. Kali ini, terdorong rasa penasaran Abu Abdillah memegang ujung selimut tebal lelaki itu, berusaha melihat wajahnya. Namun lelaki itu memegangi tangannya.

Abu Abdillah kemudian meminum air sisanya, dan kali ini terasa seperti air susu manis, yang mana Abu Abdillah belum pernah merasakan minuman senikmat itu.

Abu Abdillah kemudian bertanya kepada lelaki misterius tersebut, ‘Demi Pemilik Baitullah ini, sebenarnya siapa Anda?’

Dia bertanya, ‘Sanggupkah kamu merahasiakannya?’

Abu Abdillah menyanggupinya, dan lelaki misterius itu menjawab, ‘Aku Sufyan Ats-Tsauri.’

----

Sahabat UCers, Sufyan Ats Tsauri adalah salah seorang ulama tabi'in yang sangat wara dan bersikap hati-hati. Ia dikenal sebagai seorang 'pemimpin' orang mukmin dalam bidang hadits pada masanya saat itu.

Dalam perjuangannya menuntut ilmu dan juga mendakwahkan kebenaran, beliau pernah merasakan kelaparan dan kesulitan hidup yang berat. Namun, Allah mengangkat derajatnya sebagai golongan orang-orang shalih sehingga beliau memiliki banyak keutamaan.

Masyaa Allah.

Semoga kita tak menganggapnya sekedar dongeng belaka, dan mampu mengambil ibroh dari setiap peristiwa.


Referensi pihak ketiga
Sumber Referensi:

Buku 99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan ke-5, Shafar 1430/2009.

kisahmuslim.com/117-sufyan-ats-tsauri-dan-air-zamzam.html#more-117
Share:

0 comments:

Blog Archive

Flag Counter