PANGGILAN QIYAMULLAIL
Referensi pihak ketiga
MENUNDA SHOLAT
Ada seorang wanita bertanya kepada mufti:
“Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang
tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?” Mufti menjawab dengan
balik bertanya kepada wanita tersebut: “Apa yang akan kamu lakukan jika rumahmu
terbakar dan pada saat itu anak-anakmu sedang tidur nyenyak?” Wanita tersebut
berkata: “Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidurnya.” Mufti menjawab:
“Bagaimana jika mereka sedang tertidur nyenyak sekali?”
Wanita itu kemudian menjawab: “Demi ALLAH! Saya akan
membangunkan mereka sampai bener-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga,
saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah.” Mufti kemudian
menjawab: “Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anakmu dari
api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka
di akhirat kelak.” Dari: Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki
AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU
Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju
ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.
Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali
ada orang yang mampu membantunya.
Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang
telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia
tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu
bersedekah dan rajin membaca al-Quran.
Dia terus menjerit lagi, namun tidak ada seorangpun yang tampil membantunya.
Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin
dekat dengan kawah api neraka.
Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir.
Dia teringat …
Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima
kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat
lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”
Dia menjerit lagi sekuat tenaga:
“Solat saya? Solat saya? Doa saya?”
Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke
tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.
Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering
dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam
dirinya.
Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah
neraka.
Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh
ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.
Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa
tangannya diraih oleh satu lengan.
Dia ditarik kembali ke atas.
Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria
yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.
Pria itu kelihatannya sangat daif.
Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria
tua itu:
“Siapakah anda?”
Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”
“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai
shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa
setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ?
kenapa …?.”
Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
dan berkata:
“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu
laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”
“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..
“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja
daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.
“Kamu ingatkah itu semua ??”
Penjelasan pria tua itu. mengejutkannya dari tidur …
Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh
tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …
Ya Allah.. Aku mimpi…
Tapi seperti nyata ..
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan
menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji
tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia
telah mendapat petunjuk yang maha benar.
Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda.
Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat
tepat waktu.
Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak
Rasulullah S.A.W bersabda : “Barang siapa yang
menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun
yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh
pahala.” (HR. Al-Bukhari)








0 comments:
Post a Comment